Jakarta Besar, Apanya?

Jakarta. Kota sebesar ini dan aku di dalamnya.

Entah kenapa, setiap melihat bangunan-bangunan tinggi menyangga angkasa di kota ini, diriku selalu merasa kecil sekecil-kecilnya. Hampir setiap pagi aku menyusuri jalan sepanjang Thamrin hingga Senayan. Jalan termegah di kota ini sekaligus jalan termahal di negeri ini. Menyaksikan jutaan orang memulai hari untuk menggantungkan, mengejar, membentuk mimpi-mimpi mereka. Sedangkan aku? Mengenali diri sendiri saja belum selesai.

Asyik rasanya membayangkan diriku menjadi orang yang tau apa mau dan tujuanku sendiri. Namun nyatanya, aku seperti bola di tangan seorang badut sirkus. Berputar-putar, tak dikenali dari mana dan mau kemana arahnya. Dulu, aku paham bahwa mengenali potensi diri adalah setengah dari keberhasilan. Sekarang, makna kata ‘mengenali diri’ saja aku tak kenal.

Rabbi, mau kau bawa kemana kaki kecilku ini melangkah? Adakah kejutan besar yang kau siapkan? Tapi rasanya, tak ada hal berat yang aku lewati, jadi tak mungkin besar kejutannya.

Tuhan, apakah kelinglungan ini bagian dari proses perjalananku? Sengajakah kau buat aku bingung agar aku menemukan jawabanku sendiri? Allah, tuntun aku. Belok-belok juga tak apa. Arahkan kakiku melangkah. Tak peduli cepat atau lambat, asal kau selalu di sisiku sampai ke tujuan itu. Tolong lihatlah ke sini, Allah. Ke Jakarta. Kota sebesar ini dan aku di dalamnya.

Asseeeeek!


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *